Sabtu, 17 Oktober 2015

Sang Istri Menangis saat Sang Suami Mengatakan Hal ini Kepadanya

Seorang pria dan kekasihnya akan menikah dan acara pernikahannya sungguh megah. Semua teman-teman dan keluarga mereka turut hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang mengesankan.

Mempelai wanita yang begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang sangat gagah. Setiap mata yang memandang menyaksikan bahwa mereka pasangan yang serasi dan saling mencintai.

Beberapa bulan pernikahan mereka, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia..."

Sang suami pun setuju dengan ajakan sang istri tercinta, dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Keesokan harinya ketika mereka sarapan, mereka siap membacakan masing-masing catatan mereka. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Lalu ia mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulis,sekitar 3 halaman.

Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa air mata suaminya mulai mengalir.

"Maaf, apakah aku harus berhenti?" tanya istri.
"Oh tidak, lanjutkanlah..." jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua daftarnya,lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia "sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun dikertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah semourna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau sangat cantik dalam kondisi apapun dan juga baik, engkau selalu menemaniku dalam keadaan suka maupun duka. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang dan aku selalu mencintaimu apa adanya..."

Sang istripun tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerima apa adanya. Ia menunduk dan menangis.

Teman-teman, dalam hidup ini banyak sekali kita merasa dikecawakan, depresi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.

Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan, jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah disekeliling kita?